Kepasrahan & Intelektualitas

Melalui kepasrahan kita akan memiliki kebergantungan yang membuka peluang untuk meraih intelektualitas yang dinamis dan yang mendekati sesuai bagi diri kita.

Melalui intelektualitas, kita dapat meneguhkan konsistensi kepasrahan kita. Melalui intelektualitas kita juga dapat menyadari kualitas dari kepasrahan, sedangkan melalui kepasrahan kita dapat meletakkan intelektualitas secara tepat.

Kepasrahan diperlukan kita untuk menjaga kepatuhan, sedangkan intelektualitas diperlukan kita untuk menyadari kepatuhan secara lebih tepat sebaik mungkin sesuai kemampuan.

Kepasrahan memberikan kekuatan untuk berperilaku jujur, sedangkan intelektual menyadarkan kita tentang sampai seberapa jauh batas kejujuran dapat lebih diperbaiki. Karena boleh jadi kejujuran kita terhadap suatu keadaan (kepasrahan) harus disesuaikan dengan keadaan yang berbeda (melalui pemahaman intelektualitas).

Kepasrahan tanpa intelektualitas boleh jadi dapat menyesatkan kepada kualitas yang rendah yang tidak sesuai dengan jati diri kita, sedangkan intelektualitas tanpa kepasrahan boleh jadi mendekatkan kita pada keangkuhan.

Pencapaian tertinggi intelektualitas memberikan ketegasan, sedangkan pencapaian tertinggi kepasrahan meletakkan kita pada batas yang aman (tidak melampaui batas).

Keduanya diperlukan untuk melangsungkan dinamika kehidupan. Keduanya boleh jadi dapat diarahkan untuk meraih keseimbangan yang terbaik dari suatu keadaan tertentu dalam hidup kita.